Ruam pada telapak tangan, kaki dan mulut pada anak karena Flu Singapura/dok.medicastore

Flu Singapura Sedang Trend di RI, Pelajari Gejalanya

Editor Indonesia, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI melaporkan kasus flu singapura atau hand foot and mouth disease (HFMD) belakangan meningkat signifikan. Pemantauan hingga minggu ke-11 di 2024, total lebih dari 5 ribu pasien terinfeksi flu singapura.

Di sejumlah wilayah Indonesia seperti Depok dan Banten, kasus Flu Singapura mengalami peningkatan. Bahkan, di Banten sudah ditemukan lebih dari 700 kasus flu Singapura sejak Januari hingga Maret 2024.

Menukil laman Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penyakit ini disebabkan oleh virus bernama Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71.

Virus ini menular melalui cairan atau lendir pada hidung, tenggorokan, dan lesi kulit yang pecah dari orang yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi jika adanya kontak erat dengan pasien yang terinfeksi.

Anak-anak menjadi kelompok paling berisiko penularan penyakit ini. Meski jarang, namun penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa, khususnya mereka dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah.

Seperti yang terjadi dengan Youtuber Vincent Raditya dirawat di rumah sakit akibat flu Singapura. Penyakit itu membuatnya sulit makan, sulit menelan, hingga munculnya sariawan pada lidah.

“Panasnya, badan panas luar biasa, terus pegel semua, lemas gitu ya. Kalau malam gitu kayak kepanasan, meriang, enggak enak banget,” ujar Vincent dalam Instastory di akun pribadinya

Gejala flu Singapura

HFMD atau flu Singapura pada anak umumnya diawali dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan yang menurun, dan rasa tidak enak badan.

Selang 1-2 hari, biasanya akan muncul bintik-bintik merah di rongga mulut yang nantinya pecah menjadi sariawan.

Selanjutnya, akan muncul ruam pada kulit di telapak tangan dan kaki.

Meski umumnya menunjukkan gejala yang ringan, namun pada beberapa kasus penyakit ini bisa berujung pada komplikasi yang berat. Lesi pada mulut bisa membuat anak kesulitan untuk minum hingga berakibat dehidrasi.

Dalam kondisi yang lebih parah, HFMD juga bisa menyebabkan penyakit berat seperti meningitis dan ensefalitis yang membuat pasien harus menjalani perawatan intensif.

Hingga saat ini, tak ada pengobatan khusus untuk penyakit flu Singapura pada anak. Pengobatan yang ada hanya bersifat simptomatik untuk mengatasi gejalanya.

Cara Mencegah Flu Singapura

Merangkum dari Kemenkes, berikut ini cara mencegah flu Singapura agar terhindar dari proses penularannya yang cepat:

1. Rajin Mencuci Tangan
Mencuci tangan di bawah air mengalir dan menggunakan sabun merupakan salah satu cara utama ampuh untuk mencegah penyebaran penyakit

2. Tidak Saling Pakai Alat Makan dan Minum yang Sama
Pastikan tidak berbagi barang seperti peralatan makan, gelas, handuk, sampai sisir . Virus flu Singapura dapat mudah bertahan di permukaan benda, sehingga dapat menularkan ke anak lain.

3. Menutup Mulut dan Hidung
Biasakan untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin dan batuk. (Frd)