dok.wikipedia

Gempa Damparkan Kereta Peluru Jepang 11 Jam

Editorindonesia, Tokyo – Gempa membuat kereta cepat terdampar selama 11 jam akibat gempa 7,6 skala richter yang terjadi di Senanjung noto, Prefektur Ishikawa pada tanggal 1 Januari 2024 pukul 16.10 waktu setempat. Akhirnya penumpang kereta peluru Horuriku Shinkansen berhasil mencapai stasiun.

Sebanyak empat kereta peluru Hokuriku Shinkansen telah mencapai stasiun setelah terdampar selama 11 jam. Layanan kereta api dihentikan setelah gempa yang menyebabkan sekitar 1.400 penumpang terlantar. Keempat rangkaian kereta Shinkansen itu mencapai stasiun Toyama atau stasiun Kanazawa pada pukul 4 pagi pada Selasa (2/1).

Penumpang dapat tetap berada di dalam rangkaian untuk beristirahat sampai operasi normal kembali. Operator mengatakan listrik tetap terjaga, AC berfungsi, dan karyawan mengantarkan makanan kepada penumpang dengan mobil. Perusahaan mengatakan pihaknya berencana untuk melanjutkan penangguhan layanan antara stasiun Nagano dan stasiun Kanazawa hingga sekitar tengah hari pada Selasa (2/1).

Setidaknya enam orang dilaporkan tewas di Prefektur Ishikawa di Laut Jepang, setelah gempa berkekuatan 7,6 skala Richter melanda wilayah tersebut pada Senin (1/1) sore. Badan Meteorologi Jepang telah menurunkan seluruh peringatan tsunami di sepanjang Laut Jepang. Namun badan tersebut mendesak warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa dan tsunami lebih lanjut.

Beberapa kota di Ishikawa dilaporkan menyaksikan tsunami. Wajima melaporkan satu berukuran lebih dari 120 sentimeter dan Kanazawa mencatat satu berukuran 90 sentimeter. (Frd)

Baca Juga: Gempa Sumedang Akibatkan 138 Rumah dan 4 Sekolah Rusak