Sandra Dewi saat memasuki Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/4)/dok.detik

Kejagung Periksa Sandra Dewi dari Rekening sampai Aset Mewahnya

Editor Indonesia, Jakarta – Kejaksaan Agung RI telah memeriksa Sandra Dewi, istri dari tersangka kasus korupsi timah Harvey Moeis (HM), Kamis (4/4/2024). Pemeriksaan itu dilakukan guna meneliti beberapa rekening yang sebelumnya telah diblokir oleh Kejagung beberapa waktu lalu.

Pemblokiran rekening tersebut dimaksudkan juga untuk memilah mana saja yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi timah yang dilakukan oleh suaminya, dan mana yang tidak terkait.

“Diharapkan kita tidak melakukan tindakan kesalahan dalam penyitaan dan bukan hanya sekadar memilah saja ya. Itu mungkin urgensinya sebatas itu,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi di Kejaksaan Agung, kepada wartawan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2024).

Kuntadi juga enggan menyebutkan berapa nominal uang yang ada di rekening yang telah diblokir tersebut. Dia hanya dapat menyampaikan selain rekening yang diblokir, ada dua mobil mewah milik Harvey Moeis (HM) dan Sandra Dewi yang juga telah disita oleh negara.

Selain itu, Kejaksaan juga tengah menunggu hasil dari identifikasi terkait barang mewah lainnya yang dimiliki HM dan Sandra Dewi.

Baca Juga:  Modus Harvey Moeis dkk Dalam Keruk Uang Negara

“Ya tergantung nanti hasil penelusuran aset kan masih berlangsung dan tidak terfokus di saudara SD kan tersangka ada banyak, semua kita telusuri,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini, Kamis (4/4/2024), sekitar pukul 09:30 WIB, Sandra Dewi telah memenuhi panggilan Kejaksaan Agung. Saat tiba di Kejagung, Sandra Dewi tidak mau menjawab pertanyaan para wartawan yang menunggunya sejak pagi. Sandra justru meminta doa kepada para wartawan.

“Doain ya,” kata Sandra menjawab pertannyaan wartawan, sembari masuk ke Kejagung.

Harvey Moeis, suami aktris Sandra Dewi, ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk. (TINS) periode 2015–2022.

Harvey Moeis (HM) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Rabu (27/3/2024) atau menjadi tersangka ke-16 dalam perkara korupsi yang diduga menelan kerugian ekologis senilai Rp271 triliun tersebut. (Her)