Santri dan Diaspora di Jerman Gabung Laskar Santri AMIN

Editorindonesia, Berlin – Massa santri dan diaspora Indonesia di Jerman menyatakan dukungan untuk Laskar Santri Anies-Muhaimin (AMIN). Mereka pun membentuk Laskar Santri AMIN untuk wilayah Jerman dan sekitarnya, pada Sabtu, 26 Nov 2023.

Deklarasi Laskar Santri AMIN wilayah Jerman ini, dibacakan seorang Insinyur Indonesia di Jerman, Dipl. Ing Dody Hardiman. Dody adalah lulusan Berliner Hochsschule Fur Technik, Jurusan Informatika.

Usai menyatakan ikrar sebagai Laskar Santri AMIN di Jerman, mereka berfoto dengan latar belakang Brandanenburg Gate. Salah satu Landmark Kota Berlin, Jerman.

Deklarator Laskar Santri AMIN cabang Jerman, Dody menegaskan, bahwa semua santri dan diaspora Indonseia yang ada di Jerman siap membantu pemenangan pasangan Capres dan Cawapres AMIN di Pemilu 2024.

“Kami santri di Jerman solid mendukung pasangan Anies dan Muhaimin,” ujar Dody dalam keterangan persnya yang diterima, Minggu (26/11/2023).

Menurut Dody, pasangan AMIN merupakan representasi pemimpin yang terperlajar, santri tulen, memiliki visi dan misi untuk kemajuan Indonesia ke depan, khususnya dalam pengembangan Riset dan Teknologi.

Sebagaimana diketahui, Laskar Santri AMIN telah dideklarasikan secara nasional di Ampel Surabaya. Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2023. Deklarasi Laskar Santri AMIN dihadiri oleh ratusan Kyai dan ribuan Santri.

Laskar Santri AMIN di bawah komando KH Nasirul Mahasin Nursalim, pimpinan pondok pesantren di Rembang, Jawa Tengah dan KH Abdussalam Shohib, pimpinan pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur. Panglima Laskar dipimpin tokoh muda Gus M Nurkhoiron mantan Komisioner Komnas HAM.

Sudah ribuan santri dari ratusan pondok pesantren bergabung kedalam Laskar Santri AMIN. Selain untuk memenangkan pasangan AMIN di Pemilu 2024, Laskar Santri ini dibentuk agar Pemilu 2024 berjalan jujur dan adil sehingga hasil pemilu dapat diterima semua elemen masyarakat.

Munculnya Laskar Santri

Ihwal mula laskar santri terbentuk, seperti dinukil dari laman nu.or.id merupakan gagasan KH Muhammad Hasyim Asy’ari saat Jepang (Nippon) menghendaki para pemuda Indonesia, termasuk santri untuk menjadi tentara guna melawan pasukan Sekutu. Namun, Kiai Hasyim Asy’ari menyampaikan kepada Jepang bahwa pasukan santri tetap akan berjuang di tanah airnya sendiri, tidak berangkat ke Jepang.
Semenjak itulah, para santri yang dilatih militer oleh Jepang menjelma menjadi pasukan yang menghalau Sekutu sekaligus Jepang untuk mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asy’ari membentuk menyebut pasukan santri yang dibentuknya bernama Laskar Hizbullah.
Laskar Hizbullah ini dibentuk pada November 1943 beberapa minggu setelah pembentukan tentara PETA (Pembela Tanah Air). Meski kedua badan kelaskaran itu berdiri sendiri, tetapi secara teknik militer berada di satu tangan seorang perwira intelijen Nippon, Kapten Yanagawa. Sebagai seorang kiai, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari cukup mumpuni dalam strategi perang.
Di saat sejumlah orang memandang bahwa keputusan Kiai Hasyim merupakan simbol ketundukan kepada Jepang karena menyetujui para santri dilatih militer oleh Jepang. Namun di balik semua itu, guru para kiai di tanah Jawa ini ingin mempersiapkan para pemuda secara militer melawan agresi penjajah ke depannya. (Her)