Lautan manusia memenuhi Jalan Gembira bersama Anies Baswedan di Makassar, Sulsel, Minggu (14/9/2023)/dok.Ist

Satu Juta Warga Ikut Jalan Gembira Bersama Anies di Makassar

Editor Indonesia, Makassar – Pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Anies Rasyid Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin) menghadiri jalan gembira, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (24/9/2023)

Lautan manusia tumpah mengikuti jalan gembira yang dimulai di Depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sulsel. Jumlah yang hadir mengikuti Jalan Gembira bersama Bacapres Koalisi Perubahan ini diperkirakan mencapai 1 juta warga dari penjuru Sulsel.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan, Indonesia rindu dengan nasib yang lebih baik, sehingga memang butuh perubahan. “Saya mendengar ada rakyat yang tidak mendapatkan akses perbaikan dan perubahan, sehingga kita harus merubahnya menjadi lebih baik, tidak ada rakyat yang tidak lagi mendapat akses itu,” katanya.

Anies menyatakan, jika dirinya bersama Muhaimin, partai koalisi dan semuanya, sedang berjuang bersama untuk Indonesia yang lebih adil. Untuk Indonesia yang memberikan kesetaraan terhadap semua.

“Apakah siap berjuang bersama. Kita berjuang bukan untuk satu orang, bukan untuk satu partai, bukan untuk satu koalisi tapi untuk nasib satu bangsa Indonesia. Jadi yang berkumpul di sini yang memilih datang jumlahnya sampai satu juta orang di Makassar, membuat Sulawesi Selatan bergetar, dan Indonesia bergetar bahwa perubahan bergaung dari tempat ini,” ucap Anies.

Satu juta warga yang hadir di jalan gembira ini, lanjut Anies, boleh berbangga hati, karena memilih menjadi bagian yang mendorong perubahan, tidak hanya duduk santai di rumah, tidak hanya menonton.

“Anda datang, hadir di tempat ini menjadi bagian gerakan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Ini boleh anda ceritakan kepada anak cucu nanti di saat Indonesia di persimpangan untuk sekedar kelanjutan dan perubahan anda memilih untuk menjadi bagian yang melakukan ikhtiarkan untu perubahan,” seru Anies.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar memuji masyarakat Sulsel yang sangat antusias dalam kegiatan itu. Cak Imin, sapaan akrabnya menyebut, jika kegiatan politik apapun, termasuk kampaye, dilarang dilakukan di rumah ibadah. “Iya, memang kita dilarang kampanye di masjid tapi di masjid-masjid kita selalu terdengar kata Amin,” ujar Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

“Kita semua menyadari sepenuhnya bersama AMIN insyaallah kita wujudkan Indonesia adil, makmur, sejahtera. Ya Allah kabulkanlah hajat kami semua. Ya Allah sehatkanlah kami semua. Ya Allah jadikanlah bangsa ini bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera. Mari teriakkan AMIN (Anies Baswedan – Muhaimin),” sambung Anies.

Tamsil Linrung, kader PKS, yang juga Ketua Panitia Jalan Gembira itu mengaku, kehadiran lautan manusia yang memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Makassar yang bahkan tidak terlihat ujungnya itu, sebagai jawaban atas penantian warga Sulsel untuk menyaksikan kehadiran AMIN, yang akhirnya terwujud.

“Alhamdulillah akhirnya penantian teman-teman di Sulsel, kerinduan kepada anda berdua (Anies – MUhaimin), hari ini masyarakat Sulawesi Selatan membuktikan bahwa mereka sangat mencintai kalian berdua. Hari ini saya dengan penuh haru ingin mengatakan ekspresi rasa syukur, bahagia,” aku Tamsil.

Lantaran, mereka hanya menargetkan peserta Jala Gebira bisa dihadiri 500 ribu warga Sulsel, tapi kenyataannya bisa dua kali lipat. “Ini dari kalkulasi sangat jelas, Partai NasDem, PKB, PKS dan relawan pemenangan totalnya lebih dari satu juta dan hari ini terlihat jelas dilapangkan,” tutup Tamsil

Membludaknya peserta Jalan Gembira ini, menunjukkan besarnya dukungan perubahan bersama Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (Korean) Muhammad Ramli Rahim menyebut, tidak sedikitpun aspal terlihat dari atas panggung berupa jembatan di depan Monumen Mandala. Sepanjang jalan dipenuhi masyarakat.

“Lebih dari satu juta orang memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kartini, Jalan Chairul Anwar, Jalan Amanagappa hingga Jalan Ince Nurdin. Massa saat bergerak sangat lambat, bahkan nyaris tidak bergerak,” kata Ramli Rahim. (Her)