Pasukan Israel mulai bergerak melakukan penyerangan darat ke Gaza/Dok.tangkapan layar Beritasatu TV

Serangan Darat Israel ke Gaza Mengarah pada Genosida

Editorindonesia, Jakarta – Liga Arab dan Uni Afrika menyatakan rencana invasi darat Israel ke Gaza dapat menyebabkan pembantaian besar-besaran, secara sistematis terhadap warga Palestina.

“Rencana invasi darat Israel ke Gaza dapat menyebabkan genosida dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata para pemimpin Liga Arab dan Uni Afrika dalam sebuah pernyataan bersama, yang dikutip pada Rabu (18/10/2023).

Kedua organisasi tersebut meminta PBB dan komunitas internasional untuk menghentikan bencana yang sedang terjadi di depan mata, sebelum terlambat.

Sementara Israel dilaporkan bersiap-siap untuk melakukan invasi darat menyusul serangan mendadak Hamas pekan lalu.

Di Maroko, ribuan orang berkumpul menuntut diakhirinya pembunuhan di Gaza. Mereka menyerukan koridor kemanusiaan. Mereka berunjukrasa di alun-alun Mohammed V di ibukota Maroko, Rabat, untuk memprotes pembunuhan warga Palestina di Gaza oleh pasukan Israel.

Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina mengorganisir demonstrasi tersebut, dimana para pembicara menekankan dukungan untuk rakyat Palestina.

Pada tanggal 9 Oktober, Israel memberlakukan “blokade total” terhadap Jalur Gaza, menghalangi masuknya makanan, air, obat-obatan, bahan bakar dan listrik.

Blokade ini dilakukan sebagai tanggapan atas dimulainya perang Israel-Hamas tahun 2023 dan serangan-serangan yang dilakukan oleh militan Hamas di Israel.

Israel melancarkan serangan balasan setelah serangan teror Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.300 orang.

Kekhawatiran terhadap warga sipil semakin meningkat ketika Israel mengatakan bahwa mereka bersiap untuk tahap selanjutnya dari perangnya dengan Hamas, termasuk serangan yang meluas dan “operasi darat yang signifikan.”

Salah satu pengunjuk rasa yang berbicara dengan Daily Trust mengatakan, bahwa aksi protes ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Mereka memiliki hak untuk hidup dengan damai.

“Dunia tidak akan menonton dengan diam atas penderitaan yang mereka alami,” ucapnya.

Kondisi di Gaza semakin memburuk menjadi “bencana besar,” kata para pekerja bantuan, ketika puluhan ribu warga Palestina berusaha melarikan diri.

Kantor-kantor berita melaporkan bahwa Pentagon telah memerintahkan kapal induk kedua ke Mediterania timur dan mengirimkan jet-jet tempur Angkatan Udara ke wilayah tersebut.

Kapal-kapal perang ini tidak dimaksudkan untuk mengambil bagian dalam operasi Israel, tetapi untuk menghalangi pihak-pihak lain yang ingin masuk ke dalam konflik, seperti Iran dan Hizbullah.

Paus Fransiskus Serukan Koridor kemanusiaan

Kepala Gereja Katolik, Paus Fransiskus telah menyerukan pembentukan koridor kemanusiaan di Gaza dan pembebasan para sandera yang diculik oleh Hamas dalam pidatonya di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu.

“Saya memikirkan banyak orang yang menderita, orang-orang muda dan orang tua dan saya memperbarui seruan saya untuk pembebasan para tahanan,” kata Paus.

“Dan tolong hormati situasi kemanusiaan di Gaza untuk menjamin koridor kemanusiaan untuk membantu dan menolong seluruh penduduk,” tambah Paus.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia mengikuti dengan kesedihan yang mendalam atas situasi di Israel dan Palestina.  “Semoga tidak ada lagi darah yang tumpah di sini atau di tempat lain. Perang selalu merupakan kekalahan,” pungkasnya. (Dikutip dari Aljazera/Her)