Ustadzah Isma Takhmilut mengajarkan membaca ibu-ibu di Pondok Tahfidz Sabilul Jannah di Bojongbata, Pemalang, Jawa Tengah/dok.Ist

Ummahat Mengaji Berantas Buta Huruf Para Ibu di Bojongbata

Editorindonesia, Pemalang – Ibu/ummahat merupakan tulang punggung pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini. Minimnya literasi ternyata imbas dari ketidakmampuan orang tua, khususnya ibu yang tidak mampu membaca. Beruntung mereka memiliki kemauan untuk berubah menjadi lebih baik dan mau belajar membaca Alquran.

Demikian disampaikan Ustadzah Isma Takhmilut di Pondok Tahfidz Sabilul Jannah di Bojongbata, Pemalang, Jawa Tengah, dalam sebuah kesempatan. Guru ngaji ini semula memberikan kajian pengetahuan Islam saja, namun karena keinginan ummahat (ibu-ibu) yang belum bisa baca ingin bisa baca tinggi ia membuka kelas membaca.

“Awalnya salah satu ibu curhat ketika kajian ta’lim pekanan, beliau bilang pengin sekali bisa ngaji, tapi tidak tahu harus belajar dimana,” ungkap Ustadzah Isma.

Karena itulah, Ustadzah Isma membuat program memberantas buta huruf untuk para ummahat mengaji. Meskipun masih sedikit peserta, namun ia berusaha istiqomah. Ustadzah Isma mengajari mereka sehari dua kali, siang pukul dua sampai ‘Ashar dan malam setelah Isya sampai setengah sembilan.

“Dari dulu pengen bisa membaca Al-Qur’an, tapi bingung mau belajar dimana. Alhamdulillah, sekarang bisa belajar di sini. Saya juga belum mengenal huruf Hijaiyah itu cuma bisa alif sampe tsa saja,” kata salah satu ibu binaan Ustadzah Isma.

Alhamdulillah, pada Ahad (1/10/2023) Ustadzah Isma memberikan Al-Qu’ran baru kepada ibu-ibu yang bisa dibaca jelas dan tidak sobek-sobek lagi.

Selain mengajar para ibu, Ustadzah Isma juga mengajar anak-anak mulai dari adab, akhlak, mengaji Al-Qur’an, hingga do’a-do’a harian. Ia ingin menjadikan anak-anak binaannya ini memiliki adab yang baik dan akhlak yang bagus. (Ibs)