Menhan Prabowo Subianto melambaikan tangan saat mengikuti RDP dengan Komisi I DPR, beberapa waktu lalu/dok.ant

Pernyataan Prabowo Soal Ndasmu Etik Dinilai Netizen Tak Pantas

Editorindonesia, Jakarta – Pernyataan “ndasmu etik” yang diucapkan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Gerindra pada Sabtu, 16 Desember 2023 dinilai netizen tak pantas.

Demikian hasil polling yang dilakukan kanal Youtube Padasuka TV pada Ahad, 17 Desember 2023 menunjukkan sebanyak 92 persen menganggap pernyataan Prabowo itu tidak pantas dan keterlaluan.

Polling yang diikuti 15 ribu suara itu menghasilkan sebanyak 57 persen menyatakan tidak pantas, 35 persen keterlaluan, 4 persen biasa saja, 3 persen bercanda, dan 1 persen berpendapat tidak tahu. Polling dilakukan berbarengan dengan siaran langsung di kanal Youtube tadi malam berjudul Perkataan ’Ndasmu Etik’ Prabowo Tuai Reaksi Keras Netizen.

Pengajar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Abdul Rahman Ma’mun menilai pernyataan Prabowo itu menyedihkan. “Sebagai bangsa, kita selayaknya berduka karena calon pemimpin bangsa merendahkan etika dengan ucapannya yang menyatakan ‘ndasmu etik’,” kata Aman sapaan Abdul Rahman Ma’mun, menjawab wartawan, di Jakarta, pada Senin (18/12/2023).

Menurut  Aman, sebagai orang Solo dan penutur Bahasa Jawa, kata ndas itu sangat kasar. “Bahasa Jawa dari semua lapisan, kata ndas hanya dipakai pada hewan, misalnya ndas pitik (kepala ayam), ndas kebo (kepala kerbau). Kalau kepada teman, kita biasa menggantinya dengan kata sirah, kalau kepada orang yang dihormati menggunakan kata mustoko. Tidak pernah kata ‘ndas’ dilakukan kepada sesama manusia,” ungkapnya.

Bahkan, kata Aman, dalam situasi bercanda, tidak pernah menggunakan kata ndas untuk merujuk pada kepala. “Di Jawa Timur, ada kata dancuk, tapi ada nuansa keakraban. Ini berbeda dengan kata ndas. Di Jogja, kata ‘ndas’ untuk bercanda itu dihaluskan dengan pecas ndahe, karena enggak tega,” ujar Aman.

Pernyataan ndasmu etik yang dilontarkan Prabowo itu untuk menyentil pertanyaan Anies saat Debat Capres pada 12 Desember 2023. Menurut Aman, reaksi Prabowo dengan pernyataan itu sangat disayangkan, apalagi dia adalah calon pemimpin Indonesia. “Kalau presiden seperti ini dan benar-benar terpilih, menurut saya ibu pertiwi akan menangis karena dipimpin oleh seorang yang merendahkan etika,” ucapnya.

Aman menjelaskan, dalam komunikasi politik, seorang calon presiden adalah komunikator politik paling penting. Seorang calon presiden, dia akan didengar ucapannya, dilihat tindakannya, dan diikuti pikiran-pikirannya.

“Sebagai komunikator politik, mestinya calon presiden menyampaikan sesuatu yang bisa menarik calon pemilih potensial. Bagaimana kalau seorang calon presiden sebgai komunikator politik justru mengucapkan sesuatu dengan bahasa rendah dan merendahkan etik,” kata Aman, yang  juga Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI 2011-2013.

Ia berharap ucapan seperti itu berhenti di acara rakornas Sabtu lalu dan tidak merembes ke masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat dan etika. Jika perilaku seperti ini masih juga mendapatkan dukungan yang luas di masyarakat, kata Aman, sudah saatnya berhati-hati dalam memilih pemimpin.

“Jika pemimpin yang tidak mengindahkan etik, saya khawatir bukan kemajuan yang akan dicapai tapi justru kemunduran atau bahkan menuju negara gagal,” ucapnya.

Aman sendiri menilai, jika melihat hasil polling yang dilakukan Padasuka TV, sepantasnya Indonesia berlega hati lantaran masih ada harapan. “Rasanya Indonesia masih punya harapan bahwa sebagian masyarakat kita, yang tercermin dari polling itu, lebih dari 90 persen menyatakan pernyataan itu ‘tidak pantas’ dan sebagian menilai hal itu ‘keterlaluan’,” kata dia. Artinya, masyarakat kita masih menjaga adab dan berharap pemimpinnya juga orang yang tidak merendahkan etika. (Her)